Selasa, 26 April 2011

Nyanyian Manusia

"Kamu semula mati, dan Dia menghidupkan 
kamu kembali, kemudian
Dia akan menyebabkanmu mati,
dan Dia akan membangkitkan kamu;
kemudian kepada-Nya-lah kamu akan kembali."
-Alquran 2:28-


Aku hadir dari kebakaan dan kini aku di sini, kehadiranku tiada akan selesai, aku akan menjadi saksi hingga zaman usai.
Aku melayang ke ruang tak terbatas dan mengambil sayap di dunia maya, menyongsong lingkar cahaya kemuliaan; dan sekarang inilah aku, luluh dalam waktu.
Aku mendengarkan ajaran konfusius, memetik kebijakan Brahma dan duduk di samping Budha di bawah pohon kearifan. Dan sekarang aku di sini, meregang ketidaktahuan dan kesanksian. Aku berada di Sinai ketika Tuhan mencurahkan cahayanya atas Musa; di Sungai Yordan aku menjadi saksi kemukjizatan atas Isa; dan di Madinah aku mendengarkan sabda Muhammad kepada orang-orang Arab.
Dan sekarang aku di sini menjadi tawanan kegalauan.Aku menyaksikan keperkasaan Babylon, kejayaan bangsa Mesir dan kemegahan bangsa Yunani; dan aku masih melihat kelemahan, kemerosotan atau perendahan derajat dan penindasan dalam semua karya mereka.
Aku duduk bersama penyihir dari Endor, peramal dari Assyiria, para nabi dari Palestina.
Dan aku masih mesti bersiteguh menyusuri kebenaran. Aku menimba kebijaksanaan yang diwahyukan di India, mendengar kasidah kalbu yang didengarkan penduduk di semenanjung Arabia, dan orkestra yangdihayati sepenuh jiwa di Barat; sebelum aku buta dan tidak dapat melihat, pekak dan tidak dapat mendengar.
Aku bersabar terhadap penindasan para penakluk, menanggung derita di tangan para tiran, dan diperbudak para despot -selagi tenagaku lunglai, aku berjuangdari hari ke hari.
Aku melihat dan mendengar semuanya selagi kecil, mendengar dan menyaksikan semuanya selagi muda dengan kepedihannya kemudian; dan lalu aku tumbuh menjadi tua, menggapai-gapai kesempurnaan, hingga kembali kepada Tuhan.
Aku hadir dari kebakaan dan kini aku di sini, kehadiranku tiada akan selesai, aku akan menjadi saksi sampai zaman usai.
 ***
 
Indah bukan? Itulah syair di lembar pertama buku Kahlil Gibran, Raja yang Terpenjara, yang kudapatkan dari salah satu sudut perspustakaan tua, musium, atau apalah namanya sudah tak lagi kuindahkan, yang kutahu aku sudah menemukan mutiara yang tersimpan di dalamnya.
Dan bagaimana bisa aku tidak terpukau dengan kemilau kata-katanya?
Namun satu yang aku herankan, kenapa pada awal-awal buku itu terselip satu ayat Alquran. Seakan syair tersebut hanyalah merupakan saduran, atau malah sebaliknya. Entahlah..
Tahukah engkau alasannya teman? Jika berkenan tolong berikan tanggapan, dan jangan biarkan aku terjebak dalam kebingungan. :)

2 komentar: