"Apa kau mengharapkanku? Jika iya, aku akan melamarmu."
Pertanyaan yg mengejutkan, membuatku terpana tak percaya, entah apa yg kurasa, yg jelas ekspresi itulah yg pertama muncul ketika mendapat pertanyaan seperti itu dari orang yang tak terduga.
Lalu, aku harus menjawab apa?
Ok, biar kuselidiki dulu isi hati ini, mengingat-ngingat dan berusaha memunculkan kembali memori atas kenangan yg tlah usang.
Dan ternyata…
Biasa-biasa saja perasaanku dan tak ada yang istimewa.
Sekarang, ketika cinta itu datang dan berpihak padaku, aku harus bagaimana? Entahlah, aku belum tahu, dan semoga saja di akhir tulisan ini aku akan mendapatkan jawabannya.
Aku sadar prinsipku, aku selalu ingin bebas dan menyukai kebebasan. Karena itulah aku tak suka terikat dengan hubungan semu yang tak jelas kemana arahnya, terlebih saat aku sedang bersamangat menjalani kuliahku dan fokus pada tujuan hidup yang kurancang sedemikian rupa.
Aku tak ingin menyakiti lagi yang menyebabkan akan adanya hati lain yang terluka kali ini. Aku juga tak ingin jatuh di lubang yang sama, dan jelas terlalu tolol untuk mengulanginya, sebab aku sudah tahu betul bagaimana perasaan tertekan dan merasa bersalahnya.
Terakhir, melihat status kami semua, siapa dia, siapa temanku, dan siapa aku.. sepertinya dia memang tak pantas untukku. Aku pasti takkan sanggup menghadapi tatapan menilai dan protes orang-orang yang tertuju padaku.
Ah.. ya, aku sudah tahu apa yang harus kulakukan sekarang, aku akan lari darinya sebelum segalanya terlampau dekat. Dan aku berjanji akan melakukannya pada semua orang, hingga masanya berakhir nanti. Masa ketika tlah berhasil kuwujudkan mimpi-mimpiku serta tlah mampu kubahagiakan orang tuaku, maka aku juga berjanji akan membuka hati dan diri lagi.
Jadi sudahlah, kumohon jangan mengaharapkanku, karena aku juga tidak bisa menjanjikan apa-apa tanpa menyakiti hati yang lain, yang aku yakin hal itu takkan bisa kulakukan.
***
Duhai cinta… lepaskan aku dari rengkuhanmu..
Aku ingin bebas, terbang tinggi meraih mimpi, hingga suatu saat nanti mungkin kita kan bersua kembali.. dalam ikatan yang suci..
Atau tidak sama sekali..
Sudahlah, tak mengapa. Karena aku sudah memiliki cinta sejati yang lebih tinggi.
Hingga tiada lagi hari untuk meratapi cinta semu ini..
Wahai rindu… lepaskan aku dr jeratmu.. Karena kerinduanku sebelum ini tak layak dipuji.
Dan sekarang, telah kusadari ada kerinduan baru yang merasuk ke dalam sanubari, rindu yang kuyakini lebih murni, rindu yang tanpa sengaja mampu membuatku menjatuhkan air mata ini, namun itu senantiasa kurasakan dengan senang hati.
Sang Penguasa hati, langit, dan bumi, izinkan aku melihat-Mu di akhirat nanti. Sungguh kuingin sekali menatap keagungan wajah-Mu Ilahi.. Agar kutak perlu merasakan cemburu yang membakar dada lagi ketika semua orang bisa bertemu dengan-Mu sedangkan tidak denganku…
Engkau Nabi, yang mempunyai kelembutan hati, izinkan aku berada di antara orang-orang yang kaukasihi, hingga selaksa rinduku bisa tersampaikan di mahsyar nanti…
