Ada sedih, haru, kesal, iri, kecewa, sesal dan tidak rela berkecamuk dalam dada ketika melihat temanku datang dengan sebuah buku bertorehkan tanda tangannya, terlebih saat melihat foto mereka. Semua rasa menjelma jadi bulir-bulir air mata yang jatuh berderai, tak terbendung. Begini kah rasanya sakit ketika kita tak bisa bertemu dengan orang yang kita suka?
***
Dia hanya seorang penulis yang karyanya sangat kusukai dan perjalanan hidupnya tlah menginspirasi. Ya, namanya adalah A.Fuadi, penulis novel Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna. Kemaren dia datang ke Gramedia Kompas, Surabaya, tapi aku kurang tau dalam rangka apa.
Salah satu temanku dan juga seniorku pergi ke sana, tentu saja dengan pasangan mereka, lalu aku? Kenapa tidak pergi juga? Alasannya klise, tak ada teman yang bersedia menemani, sedangkan aku tidak tahu lokasi.
Sesampainya temanku di asrama, aku langsung menghambur ke arahnya, memintanya menceritakan apa saja yang dilakukannya di sana, diapun dengan senang hati mengabulkannya. Katanya, “di sana kami ngobrol dengannya, bertanya dan minta tanda tangannya, hingga menjawab pertanyaan, dan tak lupa berfoto bersama”.
“Mana fotonya? Aku mau lihat”, pintaku.
“Nih..” diberikannya handphonenya kepadaku. dan pada saat itu lah, dadaku sesak, sesak dengan berbagai macam perasaan, ada sesuatu yang ingin keluar dan tak kuasa kutahan. Aku menangis dan berlari ke kamarku sendiri.
Batinku mencaci, “Mengapa tadi kau tidak nekat saja pergi sendiri?! Kan bisa naik taksi?! Bodoh!!”
Memang, aku terlalu ragu untuk mengambil tindakan.. aku kesal dengan diriku sendiri, aku iri dengan keberuntungan temanku, dan aku sedih karena tlah kehilangan kesempatan bertemu dengannya. Bahkan hingga tadi pagi ketika pulang kuliah, air mataku lagi-lagi jatuh ketika mereka sengaja mengungkitnya kembali.
Heran, padahal aku bukan tipe orang yang gampang mengeluarkan air mata, seringkali aku merasa sedih, terharu, tapi tangisan tak kunjung ada. Tapi sekarang, karena dia mengapa begitu mudahnya? Seingatku ini airmata terbanyak yang pernah kukeluarkan semenjak dewasa..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar