‘Mau kemana?”
“Musium dulu”, jawab temanku sembari nyegir.
Itulah julukan untuk perpustakaan kampus kami di kalangan mahasiswa, Musium. hehe..
Kamu ingin tahu kenapa?
Dengarkanlah keluhan teman-temanku di bawah ini..
“Uh! Susah banget sih nyari buku di sini!”
“Iya, dari tadi keyword yang aku masukin ga ada datanya!”
“Walaupun ada juga bukunya udah lama semua, ga relevan buat tugasnya.”
“Heran, buku di sini apa ga pernah nambah ya?”
Begitulah ceritanya teman, yang ga ketemu cuma bisa mengurut dada.
Sama halnya denganku, aku tidak begitu tertarik untuk pergi ke sana apalagi berlama-lama berada di dalamnya. Pertama kali aku masuk ke sana atas paksaan teman sekelompokku, ya mau ga mau kupaksain aja, toh ini juga untuk keberhasilan makalah kami. Dengan setengah hati kuseret kakiku, kulihat berderet-deret buku, lalu kuambil beberapa buku yang cocok untuk dijadikan referensi makalah kami. Aku pun mengedarkan pandangan untuk mencari tempat duduk yang kosong. Aha, ketemu!
Tebak apa yang terjadi?
Baru beberapa menit duduk sambil membolak-balik halaman aku mengantuk dan jatuh tertidur. Hehe..
***
Demikianlah pengalaman pertamaku beberapa bulan lalu di musium itu, saat aku masih menjadi mahasiswa baru. Well, seingatku cuma tiga kali selama satu semester aku masuk ke situ.
Namun beda lagi dengan sekarang. Ah.. betapa mudahnya perasaan manusia berubah..Penasaran dengan kelanjutannya? Well, ikuti saja cerita selanjutnya di "Perpustakaan atau Musium??? (part 2)".

Tidak ada komentar:
Posting Komentar