Malam ini akhirnya gw menamatkan novel 11 Patriot karya Andrea Hirata dengan mengulangnya dari awal, setelah sebelumnya sempat membaca beberapa halaman, lalu kupinjamkan kepada teman, yah, gw pikir gapapa lah selagi gw masih punya novel lain yg bisa dibaca.
Dari dulu gw selalu berpikiran kalau sepak bola merupakan permainan yg membosankan, gw juga heran bagaimana seseorang bisa begitu tergila-gilanya pada sepak bola. Namun, setelah membaca buku ini pikiran gw itu langsung dijungkirbalikkan.
Kalian tau kalau ternyata dulu masyarakat pribumi juga melawan para penjajah melalui olahraga ini? Tak terbayang bagaimana sakitnya ketika hari ini bangsa kita memenangkan pertandingan, namun besoknya sudah harus merelakan nasib tak bisa bermain di lapangan karena dibuang ke pulau-pulau, disiksa di tangsi, dan yang lebih parah karena tempurung kaki yg hancur. Sampai di sini air mata gw merembes, tak bisa menahan tangis.
Sepak bola bukanlah sekedar 22 orang lelaki ganteng kurang kerjaan, berlari tunggang langgang, bertabrakan tak karuan, demi memperebutkan sebuah bola.
Persis kalimat itulah yg ada di benak gw selama ini, dan tiba2 saja saat melihatnya tertulis di buku itu, kata2 tersebut otomatis terdengar sarkastik, menghantam gw telak, maka malam ini gw merasa jadi orang yg paling picik di dunia.
Ada banyak hal dalam sepak bola, jika di dunia ini ada hal menakjubkan lain selain cinta, maka itu adalah sepak bola.
Dan jika kau mencintai PSSI, maka 10% adalah mencintai sepak bola dan 90% nya mencintai Indonesia.
Jika sepak bola memang mempunyaii jiwa, maka tidak lain jiwa itu adalah patriotisme.
Begitu banyak kalimat Andrea yang menghinotis di buku ini, sehingga dengan mudah membius hati serta pikiran gw. Dari sekarang, gw berjanji tidak akan pernah merendahkan sepak bola lagi, terlebih PSSI, dan akan berusaha menyukainya dengan sepenuh hati.
Indonesia tanah airku, tumpah darahku, tawa serta tangisku, putih tulangku, merah darahku. Mari bersama kita sorakkan, “Indonesia aku datang, Indonesia kau menang!!”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar