Senin, 29 Agustus 2011

Manusia dan Narsisme


Seperti biasa yg semua orang lakuin, gw juga ngelakuin itu, knapa?? Karena gw normal, itu jelas.
"trs itu itu apa??!!"
Well.. yg gw maksud dgn itu adalah menyempatkan diri cuci mata d facebook di sela-sela ngeblog. Gw semakin yakin kalau fb itu punya daya tarik magis dan yg gw pertanya-tanyakan sekarang, "Si Mark itu gunain MANTRA apa!?!??!

Cukup bahas soal mantra!

Karena otak gw yg sebagiannya memang tlah diisi oleh Harry Potter, secara tidak sadar langsung berspekulasi dan menderet mantra2,
dari accio
expect patronum
lumos
prior incantatem
alohomora
wingardium leviosa
petrificus totalus
sampai avada kadavra…

Oh! Oh! Kesadaran menelisik gw seketika, jelas diantara semua itu ga ada yang mungkin, bahkan untuk sekedar dipertimbangkan.
Tu kan ngaco lagi, ehm, balik ke masalah fb. Tadi secara ga sengaja gw liat foto teman MTs gw, -yg ga tau apa itu MTs mohon diem aja, krena gw ga bakal ngasi tau kalau MTs itu salah satu jenjang pendidikan yg dalam bahasa gaulnya disebut junior high school.

“Lalu, ada apa dengan foto teman gw tadi??”

Begini, gw agak shock pas liat foto dia. Bukan.. tentu sja bukan karena gw iri karena dia kalah cantik, kekek. Melainkan karena ngeliat kenarsisannya.
Ya ya, ga usah diinterupsi!
Gw sadar betul kalau narsis juga merupakan hak setiap manusia, sebagaimana pendidikan, namun gw benar2 sangsi kalau narsis suatu saat nanti bakalan menjelma jadi salah satu pasal dlm UUD.

Jujur, dalam hati gw masih  menyimpan ketidakpercayaan, “bagaimana bisa si narsis ini juga menjangkiti teman2 gw yg dulunya polos, bahkan sangat polos!?

Ga pernah terbayang, bahkan dalam imajinasi terliar gw bahwa beberapa diantara mereka bakal melepas kerudung mereka dengan mudahnya. Mungkin ada yg berkomentar, “ah, biasa aja..”
Mungkin iya, bagi anak sekolahan biasa, tp bagi santri?! Sama sekali ga. Itu merupakan salah satu hal yg paling dikecam di pesantren. Kerudung diibaratkan simbol kehormatan wanita.

Gw bukan manusia hipokrit, gw akui gw juga punya sifat narsis, tp mgkn ga seekstrem itu. Ga percaya? Liat aja foto profil fb gw yg entah udh brp bulan ga ganti, kekek.
Trs, apa yg gw bisa lakuin buat temen2 gw ini? Ada beberapa opsi:
Menasehati? Takut dikatain sok alim.
Memarahi? Ini privasi yg ga berhak gw intervensi.
Emm, mungkin pada akhirnya, lagi2, cuma doa yg bisa gw berikan untuk mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar