Ibu…
Kasihku terurai lewat goresan tinta,
mengkristal di atas perkamen tanpa warna.
Ibu…
Rinduku meletup-letup dalam dada,
berderai air mata kusenandungkan berbait-bait doa.
Ibu…
Sayangku berupa-rupa upaya,
di setiap derap langkah perjuangan kulukiskan cita,
tuk membuatmu bangga,
membuatmu bahagia,
hingga terbitlah tawa seraya bersabda…
"Lihatlah kalian, ini anakku tercinta."
Ibu…
Dalam jaga imajiku mengelana,
terbang beribu kilometer jauhnya,
hingga kucapai bayangmu dari sudut mata.
Dengan berlari kudekap raga dan kukecup mesra.
Hamburan kata dalam relung jiwa mendesak paksa,
namun, dari bibir tak kunjung keluar suara.
Ia bergeming.
Biarlah kerinduan ini mengalir tanpa kata..Biarlah keheningan menyelimuti kita berdua...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar