Selasa, 17 Mei 2011

Sendiri dan Melarikan Diri

Tuhan...
Harus bagaimana ini?
Menghadapi semuanya ataukah melarikan diri?
Melarikan diri? Biasa dlm kamusku, tapi kali ini aku harus menanggung malu..
Menghadapi dengan berani, bermodalkan nekat, karena aku tidak mumpuni juga bukan tindakan yg tepat.


Meminta pertolongan kepada teman, semuanya menghindar...
Kenapa kenyataan ini harus membangunkanku sekarang?


Dalam mimpiku, teman akan selalu mengulurkan tangan kala aku terjatuh.
Teman selalu berada di samping saat kita butuh.
Ternyata mimpiku terlalu jauh...
Hingga kekecewaan ini untuk kesekian kalinya membuatku roboh...


Pada akhirnya, kita memang lebih baik sendiri..


Tuhan,
mengapa tak kauciptakan aku kuat saja, sehingga tak membutuhkan yg lain selain-Mu?

2 komentar:

  1. tahukah kau wahai bintang yang cantik
    sahabat adalah cerminan dari diri kita sendiri
    jadi kenapa tidak kau mulai menghitung dirimu sendiri?
    kau tidak perlu lari
    kau tidak perlu menyendiri
    karena sahabat adalah simbol tuhan
    datanglah kepada mereka dengan berjalan
    niscaya mereka datang padamu dengan berlari kencang
    ^_^

    BalasHapus
  2. oh ya?? aku ga percaya!
    krna sdh brkali2 aku dikhianati olh rasa percaya.

    BalasHapus